Masyarakat Madani

Masyarakat Madani

 

Pengertian Masyarakat Madani

  • Masyarakat madani (almujtama’al-madani) adalah masyarakat bermoral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dan stabilitas masyarakat, dimana masyarakat memiliki motivasi dan inisiatif indivudual.
  • Masyarakat madani adalah masyarakat yang secara umum memiki ciri-ciri berbudaya, berperadaban, demokratis, dan berkeadilan.
  • Masyarakat madani adalah masyarakat masyarakat yang berperadaban(ber-“madaniyah”), karena tunduk dan patuh pada ajaran kepatuhan yang dinyatakan dalam supermasi hhukum dan peraturan.
  • Masyarakat madani adalah suatu sistem sosial yang subur yang didasarkan pada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dengan kestabilan masyarakat, serta masyarakat mendorongkan daya usaha dan inisiatif individu, baik dari segi pemikiran, seni, ekonomi, maupun taknologi.

 

Atribut Masyarakat Madani Indonesia.

  • Berketuhanan yang Maha Esa.
  • Berkemanusiaan yang adil dan berdab.
  • Bersatu dalam negara berkesatuan RI.
  • Demokratis konstitusional.
  • Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Berbhineka tunggal ika.
  • Menjunjung tinggi hak dan kewajiban azaji manusia.
  • Mencintai perdamaian dunia.

 

Manajemen dan Organisasi

Manajemen dan Organisasi

 

A.Manajemen.

Manajemen banyak disebut sebagai “seni” untuk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain

  1. Seseorang yang ingin mencapai tujuan tertentu, namun untuk mencapai tujuan tersebut dia menggunakan “tangan” orang lain.
  2. Kaitanya dengan organisasi, bahwa para manajer dalam mencapai tujuan organisasi dengan cara pengaturan orang lain (misalkan staf atau karyawan).
  3. Manajemen mencakup fungsi perencanaan, penggorganisasia, penyusunan personalia, pengarahan dan pengawasan.
  4. Personal yang melaksanakan manajemen di dalam suatu organisasi diberi jabatan manajer (orangnya).

B.Organisasi.

Secara teoti organisasi dapat dipahami dari para ahli, diantaranya para ahli tersebut adalah Edgar Huse, Menurutnya organisasu bias dilihat dari 3 perspektif, yaitu:

  • ­­­Perspektif 1 (melihat organisasi atau manajemen dari perspektif rancangan yang terstruktur).
  • Perspektif II (sering disebut dengan aliran pekerjaan “work-flow”) operasi ini menggunakan teknik-teknik yang kemudian dikenal sebagai riset operasional.
  • Perspektif III (dinamakan perspektif kemanuasiaan) cara pandang ini lebih menekankan kepada unsur manusia, karena dalam setiap kerja kelompok, unsur manusia lebih memegang peranan dibandingkan dengan struktur yang hirarki yang terdapat pada setiap jajaran organisasi).