Undang-Undang Baru Larangan Merokok, Inilah Upaya Sosialisasi Kepada Masyarakat

Larangan Merokok

Rokok adalah industry besar dan sangat menjanjikan. Sebelum gencar-gencarnya sentiment terhadap rokok. Rokok selalu tampil dan eksis dalam roda kehidupan bangsa. Berbagai kegiatan dibiayai langsung oleh perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia. Menjadi sponsor sepakbola Indonesia, sponsor kegiatan sahur, beasiswa bagi para atlet berprestasi dan masih banyak lagi.

Rokok memang tidak selamanya negatif jika dilihat dari keuntungan bisnis. Tapi tidak selalu positif jika dilihat dari segi kesehatan. Karena dalam bungkus rokok juga sudah dijelaskan hal negative yang ditimbulkan oleh rokok. Kebiasaan merokok masyarakat Indonesia semakin menjadi dan menghawatirkan saja. Kegiatan merokok dijalan sambil berkendara, dan membuang putung rokok sembarangan sudah menjadi hal biasa.

Pemerintah akhirnya mengambil langkah kongkret tentang tindakan membahayakan orang lain. Kegiatan merokok saat berkendara merupakan salah satu kegiatan yang menjadi sorotan. Banyaknya keluhan masyarakat akhirnya direspon pemerintah. Bentuk respon ini adalah sanksi bagi para pelakunya, mulai dari denda uang tunai hingga hukuman penjara akan diberlakukan.

Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum paham tentang ancaman pidana dan sanksi lain dari perilaku yang dilakukan. Hal ini bisa disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait peraturan baru yang diberlakukan. Oleh karena itu perlu adanya pemberitahuan dan Pendidikan secara terus-menerus agar ketertiban dan keterturan perilaku dijalanan dapat ditegakkan. Pemberitahuan melalui poster dilarang merokok dapat menjadi solusi.

Program Pengenalan Sanksi Bagi Masyarakat

Berbagai kegiatan dan program pendidikan masyarakat diupayakan oleh pemerintah. Hal pertama yang dilakukan adalah sosialisasi. Mengabarkan kepada masyarakat tentang berlakunya larangan merokok pada saat berkendara. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui berbgai cara. Melalui acara seminar maupun perkumpulan lain. Selain sosialisasi secara langsung, kegiatan sosialisasi juga biasa memanfaatkan berbagai media.

Televisi, radio dan sosial media juga ikut andil dalam proses sosialisasi. Kegiatan sosialisasi diupayakan agar tidak terjadi pelanggaran secara masal. Sosialisasi mengenai sanksi yang akan didapatkan serta alasan pemberlakuan peraturan adalah hal yang harus didapatkan masyarakat.

Media cetak juga tidak luput dari sasaran. Poster jangan merokok juga mewarnai berbagai sudut jalan-jalan raya. Jalan raya yang menjadi tempat perilaku salah masyarakat. Dengan menggunakan poster diharapkan masyarakat menjadi semakin waspada dengan sanksi yang bisa didapatkan. Ketika sedang merokokpun masyarakat bisa cepat-cepat membuang rokoknya. Perasaan khawatir dan takut semoga tertanam pada diri masyarakat sekalian.

Merokok memang masih menjadi perdebatan. Boleh dan tidaknya rokok digunakan masyarakat, karena beberapa negara di dunia sudah tidak memberikan ruang gerak bagi perusahaan maupun perokok. Indonesia masih membolehkan perusahaan rokok beroperasi. Tetapi sudah membatasi perilaku masyarakat. perilaku-perilaku yang membahayakan masyarakat lainlah yang dilarang. Dengan adanya sanksi yang mengikat bagi para pengguna kendaraan nakal. Sanksi diharapkan mampu menciptakan ketertiban dan kenyamanan dari sesame pengendara motor.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*