Sistem Pengereman Pada Bus dan Truk yang Mampu Menghentikan Laju Bermomentum Besar

‘Rem blong’ merupakan momok yang sering kali menghantui para pengguna kendaraan besar di jalan raya seperti mobil, truk, bus pariwisata medium, hingga yang berukuran paling besar. Di samping itu, tidak sedikit pula pernyebab dari kecelakaan kendaraan besar di jalan raya diakibatkan oleh rem kendaraan yang blong. Rem blong adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan mekanisme pada rem kendaraan yang tidak berfungsi dengan semestinya.

Namun, tahukah Anda jika ternyata mekanisme atau sistem pengereman pada bus dan truk berbeda dengan mobil yang sering digunakan sebagai kendaraan pribadi? Jika rem pada mobil menggunakan booster untuk sistem pengeremannya, maka pada bus dan truk menggunakan perangkat pengereman cukup besar. Hal ini tentu saja menyesesuaikan dimensi serta bobot bus atau truk yang besar pula.

 

Mengenal Sistem Pengereman Pada Bus

Untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh adanya rem blong pada kendaraan. Perusahaan – perusahaan otomotif seperti bus dan truk terus melakukan perbaikan dan inovasi – inovasi terbaru terkait dengan sistem pengereman produk – produk kendaraan besar yang dihasilkan oleh perusahaan mereka.

Sistem penggereman yang digunakan oleh bus ialah rem tremol dimana kinerja rem tersebut dibantu oleh sistem hidrolik yang digerakkan oleh tekanan angin. Oleh karena itu, banyak orang yang mengenalnya dengan nama rem angin atau air brake. Mungkin beberapa dari Anda bertanya – tanya bagaimana sistem hidrolik tersebut digerakkan oleh tekanan angin? Jawabannya adalah ketika Anda mengamati mesin bus lebih detail ternyata terdapat kompresor yang memiliki fungsi untuk membangkitkan tekanan udara yang ditempatkan di dalam tangki khusus.

Menurut autoexpose, rem angin yang dipakai pada bus terdiri dari dua jenis yaitu :

Pertama ialah tipe Combi Air Brake. Pada tipe ini masih menggunakan cairan hidrolik untuk menggerakkan sistem pengereman. Energi utama yang diperoleh dari tekanan udara pada tangki udara atau air tank.

Kedua ialah tipe Full Air Brake. Tipe ini lebih modern dari pada tipe yang pertama karena tipe ini tidak lagi menggunakan cairan hidrolik untuk menggerakkan sistem pengereman. Dimana tekanan udara langsung berhubungan dengan rem sehingga timbul daya yang lebih efisien. Sistem pengereman ini banyak digunakan oleh mini bus, bus modern seperti bus pariwisata medium, hingga truk.

Meskipun kedua sistem pengereman di atas berbeda, tapi fungsi yang dimilikinya hampir sama yaitu pengendalia terhadap rem. Dimana ketika sopir menginjak rem, maka udara bertekanan tinggi yang ada pada kompresor terbuka, lalu disalurkan ke setiap ban untuk mendorong kampas agar menekan perputaran ban. Dengan adanya inovasi sistem pengereman seperti di atas membawa dampak positif yaitu secara tidak langsung dapat menurunkan kecelakaan yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya sistem pengereman pada mesin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*