Mengenal Wisata Budaya Dengan Tradisi Karapan Sapi di Madura

Mengenal Wisata Budaya Dengan Tradisi Karapan Sapi di Madura

Pulau Madura adalah wilayah di provinsi Jawa Timur yang sangat terkenal tidak hanya karena tempat wisata yang menakjubkan tapi juga karena pesona budaya yang unik dan khas. Ada beberapa hal yang sering menjadi identitas yang berkaitan dengan Madura, yaitu penghasil garam, sate madura, logat bahasa yang unik dan wisata religi-sejarah di makam Syaikhona Kholil Bangkalan yang setiap harinya selalu ramai dipadati ratusan penziarah dari dalam dan luar Madura baik menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa bus pariwisata. Tetapi selain itu, Madura terkenal karena keanekaragaman budaya dan tradisi, Salah satu tradisi yang hingga kini dirawat adalah karapan sapi.

Karapan sapi merupakan perlombaan pacuan sapi dengan seorang joki yang bertugas mengendalikan sapi agar bisa berlari kencang menuju garis finish. Teknik karapan sapi ini adalah dua ekor sapi yang menarik kayu yang menjadi tempat joki mengendalikan sapi. Kayu tempat joki berdiri ini telah dirancang secara khusus sehingga sapi-sapi tetap dapat berlari di arena pacuan. Lintasan yang digunakan untuk karapan sapi biasanya sepanjang 100 meter, dan yang pertama kali bisa mengendalikan sapi menuju garis finis itulah yang akan menjadi pemenang. Tradisi karapan sapi sekarang telah menjadi agenda tahunan yang digelar pada bulan agustus, september dan oktober.

Sejarah

Menurut cerita rakyat, karapan sapi diawali oleh seorang ulama penyebar agama Islam bernama Syech Ahmad Baidawi. Selain mendakwahkan agama Islam, Syech Ahmad Baidawi juga mengajarkan masyarakat Madura bercocok tanam dan cara membajak tanah yang disebut naggala atau salaga, yaitu menggunakan dua bambu yang ditarik dua ekor sapi. Kemudian banyak masyarakat Madura yang menggunakan tenaga sapi untuk membajak tanah sehingga  akhirnya  timbul perlombaan diantara masyarakat untuk menyelesaikan garapan sawah. Akhirnya perlombaan membajak tanah dengan tenaga sapi menjadi semacam olahraga adu cepat yang di tanah Madura disebut dengan karapan sapi.

Tips Perjalanan

Bila Anda tertarik menonton karapan sapi, anda bisa menggunakan transportasi pesawat, kendaraan pribadi, sewa bus pariwisata dan kereta api menuju Surabaya. Dari Surabaya, Anda bisa ke pulau Madura melalui jembatan suramadu sepanjang 5,4 km atau dengan penyeberangan feri yang menempuh 1 jam perjalanan.

Untuk memudahkan selama perjalanan, Anda sebaiknya menggunakan kendaraan umum atau jasa dari pusat sewa bus pariwisata, jika hadir dalam rombongan dari Surabaya untuk menuju berbagai kota di Madura, selain itu Anda sebaiknya memesan penginapan sebelum tiba di sekitar lokasi acara karapan sapi disebabkan penginapan di Madura biasanya padat pengunjung ketika berlangsung acara karapan sapi atau acara wisata budaya lainnya. Terakhir jangan lupa membawa alat dokumentasi, minuman dan payung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*