Memaksimalkan Kualitas Perbetonan Dengan Memperhatikan Penggunaan Kerikil Berdasarkan Ukurannya

Penggunaan Kerikil

Proses pembuatan beton haruslah mengikuti standar SNI pada bahan-bahan yang digunakan. Selain itu, setiap prosesnya harus diawasi dan dilakukan dengan baik, termasuk pada saat pencetakan dengan bekisting, serta pemadatan beton dengan menggunakan vibrator roller.

Pentingnya mengikuti standar SNI (Standar Nasional Indonesia) dalam membuat beton, adalah untuk memastikan kualitas beton yang dibuat memenuhi standar. Sehingga beton yang dihasilkan berkualitas baik dan juga tahan lama. Demikian juga dalam pemilihan campuran beton. Salah satu campuran beton berdasarkan SNI adalah campuran agregat kasar.

Jenis Batuan Beton Berdasarkan Tempat Mendapatkannya

Agregat kasar atau batuan kerikil untuk campuran beton,  diperoleh dari batuan alam. Batuan kerikil dibagi menjadi tiga jenis batuan berdasarkan asal batuan alam tersebut didapatkan, yakni :

  1. Batuan kerikil sungai
  2. Batuan kerikil galian
  3. Batuan kerikil pantai

Batuan alam tersebut kemudian dipecah menjadi kerikil dan dikenal dengan sebutan kricak. Kricak memiliki beragam ukuran mulai dari 5 mm hingga 75 mm.

Selain kricak, ada juga yang disebut dengan batu koral. Yakni batuan alam yang langsung digunakan tanpa melalui proses. Namun umumnya batu koral tidak dijadikan adukan beton, melainkan digunakan secara langsung sebagai dekorasi ruangan atau untuk memperindah taman atau bangunan.

Ukuran-ukuran Kerikil Dalam Perbetonan

Ukuran kerikil batu beton kricak pun sangat beragam. Untuk memudahkan, kerikil diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Kricak halus yakni kerikil yang memiliki ukuran mulai 5 mm hingga 10 mm
  2. Kricak sedang, yakni kerikil yang memiliki ukuran 10 mm hingga 20 mm
  3. Kricak kasar yakni kerikil yang  memiliki ukuran 20 mm hingga 40 mm
  4. Kricak kasar sekali, yakni kerikil yang memiliki ukuran 40 hingga 70 mm

Sementara untuk penerapannya pada perbetonan, batu kerikil dikelompokkan berdasarkan ukurannya yang tersedia di pasaran yakni ukuran  1 cm hingga 2 cm, ukuran 2 hingga 3 cm, serta 3 cm hingga 4 cm.

Perhatikan Ukuran Kerikil Saat Membuat Cor Beton

Penggunaan kricak, mulai dari kricak halus yang berukuran paling kecil, hingga kricak kasar sekali yang berukuran paling besar, haruslah disesuaikan dengan kebutuhan proyek bangunan. Semakin besar kolom yang dikerjakan, maka sebaiknya gunakan kerikil yang berukuran lebih besar.

Jika Anda berencana membuat tiang atau kolom cor beton dengan ukuran 35 cm X 35 cm, maka sebaiknya gunakan kricak berukuran 3 cm hingga 4 cm. Demikian juga halnya saat membuat cor beton dengan kolom lebih kecil, maka gunakan juga kerikil yang berukuran lebih kecil. Misalnya jika Anda hendak berencana membuat kolom cor beton dengan ukuran 10 cm X 10 maka sebaiknya menggunakan kricak kecil.

Dengan penggunaan kerikil yang lebih kecil pada kolom cor beton berukuran kecil, maka beton bisa menjadi lebih padat saat dilakukan pemadatan dengan vibrator roller. Sehingga menghasilkan beton yang lebih kuat dan berkualitas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*