Filter Rokok, Penipuan yang Menyesatkan

Filter Rokok, Penipuan yang Menyesatkan

 

Gosign.co.id – Benarkah filter rokok dapat menyaring nikotin dan tar pada rokok? Jawabannya; salah besar. Filter rokok sama sekali tidak menyaring nikotin dan tar pada rokok yang Anda hisap. Keberadaan filter pada rokok hanyalah akal-akalan produsen rokok untuk mengelabui konsumen. Menurut David Wilson, ahli paru dari University of Pittsburgh Medical Center, bahwa ada atau tidaknya penyaring pada rokok sama sekali tidak mengubah risiko berbahaya dari kandungan rokok. WHO bahkan menyatakan bahwa keberadaan filter rokok adalah penipuan.

Filter Rokok, Penipuan yang Menyesatkan

Keberadaan filter rokok sebenarnya justru meningkatkan jumlah racun pada rokok itu. Di samping itu, limbah filter rokok ini juga mencemari lingkungan hidup yang dapat membunuh jasad renik sehingga dapat membuat tanah menjadi tandus. Kandungan bahan pembuat filter rokok berasal dari selulosa asetat, sejenis plastik yang membutuhkan lebih dari 10 tahun agar bisa terurai.

Penipuan yang Berhasil

Filter rokok awalnya dibuat tahun 1950-an akibat desakan dari perokok akan kekhawatiran terhadap penyakit kanker. Filter rokok saat itu benar-benar dapat menyaring berbagai racun yang terkandung di dalamnya, akan tetapi kenikmatan merokok menjadi hilang. Tahun 1960, para produsen rokok mengganti filter ini agar tetap meloloskan nikotin dan tar, dua kandungan vital dalam rokok. Dengan filter baru ini, yang bertahan hingga saat ini, berbagai racun pada rokok termasuk nikotin dan tar, tetap lolos hingga ke rongga tubuh perokok. Masyarakat, terutama perokok, mestinya menyadari bahwa himbauan dilarang merokok yang terpampang di banyak tempat bukan sekadar jargon biasa tanpa makna.

Kesadaran, Filter Rokok yang Efektif

Satu-satunya cara untuk memblokir berbagai racun pada rokok adalah dengan tidak merokok. Kesadaran untuk tidak merokok merupakan filter ampuh yang tidak hanya menyelamatkan diri perokok, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengkampanyekan efek berbahaya pada rokok ini. Pemerintah, juga masyarakat lebih banyak membuat tanda dilarang merokok bukan hanya di gedung perkantoran. Bila perlu di semua tempat baik di jalan maupun di taman. Pemerintah juga lebih sering mengampanyekan bahaya merokok ke sekolah-sekolah, di mana dana tersebut diperoleh dari produsen rokok.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*