Bentuk Pengerjaan Proyek

Bentuk Pengerjaan Proyek

 

Ada 2 bentuk pengerjaan proyek yaitu :

  1. Swakelola
  • Pengerjaan proyek swakelola adalah pengerjaan proyek yang dilakukan atau dikelola oleh organisasi atau perusahaan itu sendiri.
  • Swakelola bukan berarti semua sumberdaya manusia yang terlibat di dalamnya adalah staff atau pegawai perusahaan tersebut.

Contoh: menyewa tenaga ahli dalam kurun waktu tertentu (selama proyek berlangsung) untuk dijadikan sumberdaya personil proyek.

Dapat juga pegawai yang terlibat dalam pengerjaan adalah gabungan antara pegawai dan no-pegawai (tenaga ahli yang disewa).

(Pengelolaan atau manajemen proyek tersebut dilakukan oleh organisasi atau perusahaan yang bersangkutan).

  1. Sub-kontrak
  • Proyek Sub-Kontrak adalah suatu proyek yang diproyekkan.
  • Artinya bisa saja suatu organisasi atau perusahaan membuat atau bias juga mendapatkan suatu proyek, namun proyek tersebut tidaklah dikerjakan sendiri, melainkan dilimpahkan ke pihak lain (perusahaan/konsultan lain).

Contoh: Secara kontrak proyek yang dikerjakan adalah atas nama perusahaan X, namun sebenarnya pelaksanaanya adalah perusaaan Y.

(Dalam kasus ini berarti perusahaan X melakukan sub-kontrak terhadap perusahaan Y).

 

Contoh proyek:

  1. Pembuatan system informasi pada suatu organisasi atau perusahaan tertentu.
  2. Pengadaan perangkat keras (komputer) pada divisi tertentu di sebuah perusahaan.
  3. Pembuatan jaringan (LAN atau WAN) pada suatu instansi tertentu
  4. Pengembangan atau perbaikan aplikasi web di sutau perusahaan.
  5. Menyelenggarakan pelatihan komputer untuk karyawan perusahaan.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*