Bedah Singkat Perbedaan Semen Putih dan Semen Biasa

Bedah Singkat Perbedaan Semen Putih dan Semen Biasa

Selama ini kita mungkin banyak melihat semen di pasaran berwarna abu-abu. Namun, selain semen abu-abu sebenarnya masih ada banyak jenis semen lainnya. Salah satunya adalah jenis semen putih. Seperti namanya semen ini memiliki warna yang putih.

Tetapi, selain memiliki perbedaan warna, rupanya ada perbedaan lain yang hadir dari semen putih dan semen biasa. Bagi yang penasaran sebaiknya simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya.

3 Perbedaan Semen Putih dan Semen Biasa

Kali ini akan dibahas mengenai perbedaan semen putih dan semen biasa. Ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari kedua jenis semen ini. Yuk pelajari selengkapnya di bawah ini ya.

1. Perbedaan Kegunaan

Perbedaan yang pertama hadir dari masalah kegunaan. Kedua semen ini memiliki kegunaan yang berbeda. Semen biasa digunakan untuk pembangunan bangunan secara umum. Mulai dari pengecoran sampai dengan lapisan bangunan. Pada proses pengecoran semen biasa umumnya digunakan vibrator internal dan external (tergantung kebutuhan) untuk memadatkan semen.

Sedangkan pada semen putih, penggunaannya lebih banyak ditujukan untuk permasalahan dekoratif. Jadi ia bukan merupakan semen yang digunakan untuk tujuan konstruktif. Meski, ada banyak yang menggunakan semen ini untuk menutup celah pada bata dan keramik.

2. Komposisi yang Berbeda

Komposisi pada semen putih juga berbeda dari semen biasa. Pada semen biasa terdapat berbagai macam bahan yang digunakan. Ini tergantung dari jenis semen tersebut. Semen tipe II misalnya yang ditujukkan untuk bangunan dengan ketahanan sulfat maupun panas radiasi sedang memiliki kandungan yang berbeda dengan tipe I yang digunakan bangunan biasa.

Sedang pada semen putih kandungannya dapat dikatakan sama untuk semua semen putih. Namun, bahan baku serta proses pembuatan dari semen ini berbeda dari semen biasa. Contohnya saja pada bahan baku mentah dari semen putih yang memiliki kandungan oksida besi serta manganese  yang cukup rendah (dibawah 1%).

3. Pembagian Jenis Semen

Perbedaan lain hadir dari pembagian jenis semen. Seperti yang telah disebutkan di atas, semen biasa memiliki beberapa jenis semen yang penggunaannya untuk lingkungan berbeda-beda. Hal tersebut tidak ditemui di semen putih yang hanya memiliki satu jenis semen saja.

Itulah beberapa perbedaan yang hadir dari semen putih dan semen biasa. Sebenarnya perbedaan juga hadir dari pengaplikasian semen tersebut. Pada semen putih misalnya proses pemadatannya tentu berbeda dengan semen biasa yang dapat menggunakan vibrator internal dan external. Serta masih banyak lagi perbedaan lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*