Beberapa Resiko Penggunaan Dak Beton Ini Wajib Kamu Ketahui!

Beberapa Resiko Penggunaan Dak Beton Ini Wajib Kamu Ketahui!

Membangun rumah dimulai dari 0 mungkin merupakan impian banyak orang. Dengan membangun rumah dimulai dari pondasi tentunya akan ada rasa kepuasan tersendiri karena bentuk dan pemilihan furniturnya benar-benar mengikuti keinginan dari si pemilik rumah masing-masing. Hal pertama yang perlu diperhatikan apabila hendak membangun sebuah bangunan rumah dapat dimulai dari pemilihan bahan pondasinya. Pemilihan batu bata, semen dan lain sebagainya harus diperhatikan karena apabila salah memilih bahan sedikit risiko yang akan didapatkan pun akan menjadi sangat besar.

Pemilihan Dak Beton Ini Memiliki Beberapa Risiko, Simak Salah Satunya!

Pemilihan material beton ketika hendak membangun rumah masih menjadi pilihan banyak orang karena sifatnya yang multifungsi dan dianggap mempunyai daya tahan yang kuat. Di iklim tropis seperti Indonesia ini penggunaan beton dapat menghalau panas sehingga suhu di dalam ruangan akan cenderung menjadi sejuk. Selain beberapa kelebihan yang telah disebutkan, penggunaan beton juga memiliki proses finishing yang terbilang cukup mudah sehingga meringankan beban kerja jasa waterproofing serta lama pengerjaan waktu bangunan. Namun di balik segala kemudahan yang diberikan, penggunaan beton juga memiliki risiko-risiko yang cukup besar, lho! Kira-kira apa saja, ya? Mari kita simak bersama-sama artikel berikut ini!

  1. Rumit Dalam Proses Pembuatan

Meskipun menjadi jenis material bangunan yang memiliki proses finishing yang terbilang mudah, penggunaan beton ini ternyata diawali dengan proses yang cukup rumit ketika dalam masa pembuatan. Dibutuhkan perhitungan yang sangat benar-benar detail agar tercipta ukuran dan bentuk yang diinginkan. Selain itu, karena rumit dalam proses pembuatannya sehingga membutuhkan jasa waterproofing membrane bakar untuk pembuatan atap rumah yang kuat dan tahan dari air.

  1. Membuat Kelembaban Ruangan Jadi Tinggi

Karena sifat beton yang dapat menghalau panas inilah memunculkan suhu lembab yang tinggi dalam bangunan rumah. Apabila hendak membangun rumah dengan menggunakan dak beton sebagai alas atapnya, usahakan untuk menaruh jendela di area strategis di mana matahari juga dapat masuk sehingga kelembaban udara dapat diminimalisir. Penggunaan dak beton yang akhirnya menyebabkan kelembaban dalam ruangan ini juga akan memicu mudahnya bangunan terserang oleh lumut, lho. Hati-hati, ya!

  1. Bentuknya Yang Seringkali Jadi Tempat Penampungan Sampah

Lain halnya dengan bentuk atap pada umumnya yang runcing bagaikan segitiga piramida, penggunaan dak beton pada atap cenderung menghasilkan bentuk atap yang datar dan bidang. Hal ini tentunya cocok dengan preferensi sebagian orang yang utamanya menginginkan model rumah yang minimalis karena terkesan simple dan juga mewah. Namun bentuk ini ternyata dapat merugikan karena nantinya akan menjadi wadah untuk sampah-sampah yang turun dari atas pohon ataupun lain sebagainya. Diperlukannya perawatan yang rutin pada bagian ini karena menumpuknya sampah juga dapat menjadi salah satu jalan munculnya bakteri.

Itulah beberapa serba-serbi mengenai risiko penggunaan dak beton yang wajib kamu tahu apabila hendak membangun rumah. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, semangat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*